Manusia Dan Kebudayaan
Manusia dan kebudayaan bisa dibilang
satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Manusia sebagai ciptaan Tuhan yang
paling mulia dan sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri sebagai hasil
dari reaksi antar komunikasi dengan manusia yang lainya atau dengan kejadian
alam yang sudah diatur oleh Tuhan. Manusia diberikan akal oleh Tuhan sehingga
bias berkarya di muka bumi ini. Salah satunya kebudayaan manusia yang mencakup
moral, etika, dan tatakrama.
·
Pengertian
Manusia
Makhluk Tuhan
yang paling mulia dan sempurna dibandingkan makhluk Tuhan yang lainya. Manusia
memiliki akal, hawa nafsu, jiwa dan raga.
·
Pengertian
Hakikat Manusia
Manusia diciptakan dari tanah oleh Tuhan, ditunjuk sebagai
kholifah di muka bumi. Yaitu sebagai pemimpin atau pengelola isi bumi. Hakikat
manusia diciptakan tidak lain adalah untuk beribada kepada Allah subhanahu
wataa’la. Sebagai mana tercantum dalam firmaNya
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Tidaklah
Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”
(QS. Adz-Dzariyaat [51]: 56)
Allah
pun menyindir kita dengan pertanyaan,
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ
“Maka
apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main
(saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?”
(QS. Al Mukminun [23]: 115)
Imam
Ibnu Katsir –rahimahullah-
berkata, “Firman Allah, “Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan
kamu secara main-main (saja)?” “Apakah kaling menyangka bahwa
kalian diciptakan tanpa maksud, tujuan dan hikmah?” “Firman Allah, “bahwa kamu
tidak akan dikembalikan kepada Kami?” “Tidak dikembalikan ke negeri
akhirat?” (Tafsir Al Qur`an Al Adzim: 5/500)
Jika muncul dalam benak kita
pertanyaan, “lalu, mengapa Allah memerintahkan kita untuk beribadah?”
Alasan-alasan berikut mudah-mudahan semakin dapat meyakinkan kita mengapa kita
harus beribadah kepada Sang Pencipta kita, Allah subhaanahu wa ta’aala.
Karena
Allah adalah Pencipta Kita dan Semesta serta Pemelihara Semuanya.
ini sebagaimana pernyataan Allah dalam ayat
yang telah lalu penyebutannya (QS. Adz-Dzariyat [51]: 56, Al Mukminun [23]:
115)
Allah
pun berfirman,
اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ
“Allah
menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu.”
(QS. Az Zumar [39]: 62)
Oleh
karena Allah satu-satunya dzat yang menciptakan kita dan juga menciptakan
semesta tempat hidup kita, maka kita harus beribadah kepada-Nya, mengabdi sebagai
hamba dan bagian dari makhluk-Nya.
·
Kepribadian Bangsa Timur
ü
Kepribadian
diartikan sebagai suatu pola sikap yang mencerminkan sifat atau karakter
seseorang terhadap lingkungannya. Kepribadian bangsa timur dapat diartikan
sebagai suatu sikap yang dimiliki oleh suatu negara untuk menentukan
penyesuaian dirinya terhadap lingkungannya. Kepribadian bangsa timur pada
umumnya merupakan kepribadian yang mempunyai sifat toleransi yang tinggi. Dalam
berdemokrasi bangsa timur umumnya lebih aktif dalam mengutarakan aspirasi
rakyat.
ü
Kepribadian
bangsa timur juga identik dengan tutur kata yang lemah lembut dan sopan dalam
bergaul maupun dalam berpakaian. Terdapat ciri khas dalam berbagai negara yang
mencerminkan negara tersebut memiliki suatu kepribadian yang unik. Misalnya
masyarakat Indonesia khususnya daerah Jawa. Sebagian besar mereka bertutur kata
dengan lembut dan sopan. Bangsa timur erat kaitannya dengan rasa sosialisasi
dan rasa solidaritas yang tinggi. Misalnya saling tolong menolong dan bergotong
royong yang dilakukan bersama-sama. Hal tersebut bagi bangsa timur merupakan
suatu sikap yang bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan.
ü
Bangsa
timur juga memiliki kebudayaan yang masih kental dari negara atau daerah
masing-masing. Bangsa timur juga senang berkunjung kerumah saudara atau kolega
lainya walaupun hanya untuk menghabiskan waktu bersama.
·
Pengertian Kebudayaan
Kata kebudayaan berasal dari kata budh—> budhi—> budhaya
dalam bahasa sansekerta yang berarti akal, sehingga kebudayaan diartikan
sebagai hasil pemikiran atau akal manusia. Ada pendapat yang mengatakan bahwa
kebudayaan yang berasal dari kata budi dan daya. Budi adalah akal yang
merupakan unsur rohani dalam kebudayaan, sedangkan daya berarti perbuatan atau
ikhtiar sebagai unsur jasmani, sehingga
kebudayaan diartikan sebagai hasil dari akal dan ikhtiar manusia (supartono,
2001; Prasetya, 1998).
·
Unsur Kebudayaan
ü
Cipta
Kemampuan
berpikir yang menghasilkan ilmu pengetahuan
ü
Rasa
Kemampuan indra
manusia untuk menghasilkan suatu karya
ü
Karsa
Kehendak atau
kemauan manusia untuk hidup sempurna, bahagia, dan mulia
ü
Bahasa
Sebagai alat
komunikasi antara satu manusia dengan lainya
ü
Sistem
pengetahuan
Semua hal yang
diketahui manusia terhadap lingkungan sekitar maupun asa sosialnya
ü
Organisasi
sosial
Sebagai wadah
untuk mengatur kehidupan manusia dan merupakan salah satu unsur universal
ü
Sistem
peralatan hidup dan teknologi
rangkaian konsep serta aktivitas mengenai pengadaan, pemeliharaan,
dan penggnaan sarana hidup manusia dalam kebudayaannya
ü
Sistem
mata pencaharian hidup
Rangkaian
aktivitas manusia atau cara hidup, langkah-langkah manusia untuk menyambung
hidup dalam kebudayaanya
ü
Kesenian
Sistem keindahan
yang mempunyai nilai tersendiri yang mendukung aspek kebudayaan
ü
Sistem
religi
Terkadang religi
dan kebudayaan merupakan satu kesatuan, namun ada beberapa hal kebudayaan yang
dilarang dalam sistem religi sendiri
·
Wujud Kebudayaan
Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan
menurut dimensinya dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.
ü Gagasan (Wujud ideal)
Wujud ideal kebudayaan adalah
kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma,
peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau
disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam
pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka
itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam
karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.
ü 2. Aktivitas (tindakan)
Aktivitas adalah wujud kebudayaan
sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini
sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari
aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta
bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat
tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat
diamati dan didokumentasikan.
ü 3. Artefak (karya)
Artefak adalah wujud kebudayaan fisik
yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam
masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan
didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan.
Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat,
antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan
yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah
kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.
·
Orientasi Nilai Budaya
Orientasi nilai budaya setiap orang
berbeda-beda. Tetapi pada dasarnya semuanya mencakup dalam lima hal. Lima hal
inilah yang menjadi permasalahan dasar hidup manusia dalam berbudaya.
(kerangka Kluckhohn)
ü Hakekat Hidup
1. Hidup itu buruk
2. Hidup itu baik
3. Hidup bisa buruk dan baik, tetapi manusia
tetap harus bisa berikthtiar agar hidup bisa menjadi baik.
4. Hidup adalah pasrah kepada nasib yang
telah ditentukan.
ü Hakekat Karya
1. Karya itu untuk menafkahi hidup
2. Karya itu untuk kehormatan
ü Persepsi Manusia
Tentang Waktu
1. Berorientasi hanya kepada masa kini. Apa yang
dilakukannya hanya untuk hari ini dan esok. Tetapi orientasi ini bagus karena
seseorang yang berorientasi kepada masa kini pasti akan bekerja semaksimal
mungkin untuk hari-harinya.
2. Orientasi masa lalu. Masa lalu memang
bagus untuk diorientasikan untuk menjadi sebuah evolusi diri mengenai apa yang
sepatutnya dilakukan dan yang tidak dilakukan.
3. Orientasi masa depan. Manusia yang
futuristik pasti lebih maju dibandingkan dengan lainnya, pikirannya terbentang
jauh kedepan dan mempunyai pemikiran nyang lebih matang mengenai
langkah-langkah yang harus di lakukann nya.
ü Pandangan
Terhadap Alam
1. Manusia tunduk kepada alam yang
dashyat.
2. Manusia berusaha menjaga keselarasan
dengan alam.
3. Manusia berusaha menguasai alam.
ü Hubungan Manusia
Dengan Manusia
1. Orientasi kolateral (horizontal), rasa
ketergantungan kepada sesamanya, barjiwa gotong royong.
2. Orientasi vertikal, rasa
ketergantungan kepada tokoh-tokoh yang mempunyai otoriter untuk memerintah dan
memimpin.
3. Individualisme, menilai tinggi uaha
atas kekuatan sendiri.
·
Perubahan Kebudayaan
Suatu keadaan dimana terjadinya
ketidakselarasan antara kebudayaan dengan faktor lingkungan, religi, adat, atau
akal sehat manusia itu sendiri. Sehingga fungsinya berkurang atau bahkan tidak
ada sama sekali fungsinya.
Contoh perubahan budaya:
Pada zaman dahulu kala, manusia tidak memiliki
pakaian yang lengkap seperti hari ini. Kebudayaan manusia dahulu memakai
pakaian yang sangat minim bahkan hanya di kemaluan saja. Tapi seiring
berkembangnya zaman, pakaian itupun ditinggalkan karena dianggap kurang sopan,
dan tidak selaras dengan agama atau kepercayaan yang dianut oleh manusia.
·
Kaitan Manusia Dengan Kebudayaan
Menurut pendapat saya, kebudayaan sangat erat
kaitanya dengan manusia. Karena yang menciptakan kebudayaan adalah manusia itu
sendiri. Sederhananya, manusia itu pelaku kebudayaan, dan kebudayaan itu adalah
objek dari pelaku kebudayaan. Kebudayaan juga sangat berguna bagi manusia dalam
menciptakan pemikiran perdagangan, misalnya dalam suatu suku, apa saja yang
dibutuhkan dalam suku tersebut untuk memenuhi budaya. Maka disini kita bisa
menjadi supplier untuk suatu suku tersebut. Itu adalah sedikit contoh dari
sekian banyak contoh yang bisa saya utarakan. Pada intinya, manusia dan budaya
sangat erat kaitanya.
Pertanyaan dan
jawaban
1. Manusia
diciptakan oleh Tuhan dilengkapi dengan:
a. Akal,
hawa nafsu, jiwa, dan raga b.
Senjata, akal, jiwa, umur
c. Emosi, perasaan, akal, fikiran d. Semuanya salah
Jawaban: a. Akal, hawa nafsu, jiwa,
dan raga
2. Dibawah
ini adalah termasuk unsur kebudayaan, kecuali:
a. Cita b. rasa c. karsa d.
Indra
Jawaban:
d. Indra
3. Dibawah
ini termasuk wujud kebudayaan, kecuali:
a. Artefak b. Aktifitas c. Gagasan d. Penelitian
Jawaban:
d. Penelitian
4. Sistem
religi dalam ilmu budaya dasar termasuk ke dalam kategori..
a. Perubahan
kebudayaan b. Orientasi nilai budaya
c.
Unsur kebudayaan d. wujud
kebudayaan
Jawaban:
c. Unsur kebudayaan
5. Wujud
kebudayaan menurut dimensinya dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan
artefak. Siapakah yang mengemukakan gagasan tersebut?
a. J.J.
Hoenigman b. L.Van Houten c. Koeniggsegg d. Aristoteles
Jawaban: a. J.J.
Hoenigman
Daftar
Pustaka:
http://ulfanurizqiindaha.blogspot.com/2011/10/manusia-dan-kebudayaan.html
https://sanusiadam79.wordpress.com/2013/03/14/manusia-dan-kebudayaan/
https://sabilulilmi.wordpress.com/2012/03/06/mengapa-kita-harus-beribadah-kepada-allah/
http://katsuyuki89.blogspot.com/2013/05/kepribadian-bangsa-timur.html
https://wpcatur.wordpress.com/2012/11/20/pengertian-kebudayaan-unsur-unsur-kebudayaan-dan-wujud-kebudayaan/
http://fafneil.blogspot.com/2013/03/pengertiankebudayaan-budayaadalah-suatu.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar