Sabtu, 21 Maret 2015

tugas2



 Manusia Dan Kebudayaan
Manusia dan kebudayaan bisa dibilang satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Manusia sebagai ciptaan Tuhan yang paling mulia dan sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri sebagai hasil dari reaksi antar komunikasi dengan manusia yang lainya atau dengan kejadian alam yang sudah diatur oleh Tuhan. Manusia diberikan akal oleh Tuhan sehingga bias berkarya di muka bumi ini. Salah satunya kebudayaan manusia yang mencakup moral, etika, dan tatakrama.
·         Pengertian Manusia
Makhluk Tuhan yang paling mulia dan sempurna dibandingkan makhluk Tuhan yang lainya. Manusia memiliki akal, hawa nafsu, jiwa dan raga.
·         Pengertian Hakikat Manusia
Manusia diciptakan dari tanah oleh Tuhan, ditunjuk sebagai kholifah di muka bumi. Yaitu sebagai pemimpin atau pengelola isi bumi. Hakikat manusia diciptakan tidak lain adalah untuk beribada kepada Allah subhanahu wataa’la. Sebagai mana tercantum dalam firmaNya
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyaat [51]: 56)
Allah pun menyindir kita dengan pertanyaan,
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ
“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS. Al Mukminun [23]: 115)
Imam Ibnu Katsir –rahimahullah- berkata, “Firman Allah, “Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja)?” “Apakah kaling menyangka bahwa kalian diciptakan tanpa maksud, tujuan dan hikmah?” “Firman Allah, “bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” “Tidak dikembalikan ke negeri akhirat?” (Tafsir Al Qur`an Al Adzim: 5/500)
Jika muncul dalam benak kita pertanyaan, “lalu, mengapa Allah memerintahkan kita untuk beribadah?” Alasan-alasan berikut mudah-mudahan semakin dapat meyakinkan kita mengapa kita harus beribadah kepada Sang Pencipta kita, Allah subhaanahu wa ta’aala.
Karena Allah adalah Pencipta Kita dan Semesta serta Pemelihara Semuanya.
 ini sebagaimana pernyataan Allah dalam ayat yang telah lalu penyebutannya (QS. Adz-Dzariyat [51]: 56, Al Mukminun [23]: 115)
Allah pun berfirman,
اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ
“Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu.” (QS. Az Zumar [39]: 62)
Oleh karena Allah satu-satunya dzat yang menciptakan kita dan juga menciptakan semesta tempat hidup kita, maka kita harus beribadah kepada-Nya, mengabdi sebagai hamba dan bagian dari makhluk-Nya.
·         Kepribadian Bangsa Timur
ü  Kepribadian diartikan sebagai suatu pola sikap yang mencerminkan sifat atau karakter seseorang terhadap lingkungannya. Kepribadian bangsa timur dapat diartikan sebagai suatu sikap yang dimiliki oleh suatu negara untuk menentukan penyesuaian dirinya terhadap lingkungannya. Kepribadian bangsa timur pada umumnya merupakan kepribadian yang mempunyai sifat toleransi yang tinggi. Dalam berdemokrasi bangsa timur umumnya lebih aktif dalam mengutarakan aspirasi rakyat.
ü  Kepribadian bangsa timur juga identik dengan tutur kata yang lemah lembut dan sopan dalam bergaul maupun dalam berpakaian. Terdapat ciri khas dalam berbagai negara yang mencerminkan negara tersebut memiliki suatu kepribadian yang unik. Misalnya masyarakat Indonesia khususnya daerah Jawa. Sebagian besar mereka bertutur kata dengan lembut dan sopan. Bangsa timur erat kaitannya dengan rasa sosialisasi dan rasa solidaritas yang tinggi. Misalnya saling tolong menolong dan bergotong royong yang dilakukan bersama-sama. Hal tersebut bagi bangsa timur merupakan suatu sikap yang bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan.
ü  Bangsa timur juga memiliki kebudayaan yang masih kental dari negara atau daerah masing-masing. Bangsa timur juga senang berkunjung kerumah saudara atau kolega lainya walaupun hanya untuk menghabiskan waktu bersama.

·         Pengertian Kebudayaan
Kata kebudayaan berasal dari kata budh—> budhi—> budhaya dalam bahasa sansekerta yang berarti akal, sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil pemikiran atau akal manusia. Ada pendapat yang mengatakan bahwa kebudayaan yang berasal dari kata budi dan daya. Budi adalah akal yang merupakan unsur rohani dalam kebudayaan, sedangkan daya berarti perbuatan atau ikhtiar sebagai unsur  jasmani, sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil dari akal dan ikhtiar manusia (supartono, 2001; Prasetya, 1998).
·         Unsur Kebudayaan
ü  Cipta
Kemampuan berpikir yang menghasilkan ilmu pengetahuan
ü  Rasa
Kemampuan indra manusia untuk menghasilkan suatu karya
ü  Karsa
Kehendak atau kemauan manusia untuk hidup sempurna, bahagia, dan mulia
ü  Bahasa
Sebagai alat komunikasi antara satu manusia dengan lainya
ü  Sistem pengetahuan
Semua hal yang diketahui manusia terhadap lingkungan sekitar maupun asa sosialnya
ü  Organisasi sosial
Sebagai wadah untuk mengatur kehidupan manusia dan merupakan salah satu unsur universal
ü  Sistem peralatan hidup dan teknologi
rangkaian konsep serta aktivitas mengenai pengadaan, pemeliharaan, dan penggnaan sarana hidup manusia dalam kebudayaannya
ü  Sistem mata pencaharian hidup
Rangkaian aktivitas manusia atau cara hidup, langkah-langkah manusia untuk menyambung hidup dalam kebudayaanya
ü  Kesenian
Sistem keindahan yang mempunyai nilai tersendiri yang mendukung aspek kebudayaan
ü  Sistem religi
Terkadang religi dan kebudayaan merupakan satu kesatuan, namun ada beberapa hal kebudayaan yang dilarang dalam sistem religi sendiri

·         Wujud Kebudayaan
Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan menurut dimensinya dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.
ü  Gagasan (Wujud ideal)
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.
ü  2.      Aktivitas (tindakan)
Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.
ü  3.      Artefak (karya)
Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan.
Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.
·         Orientasi Nilai Budaya
Orientasi nilai budaya setiap orang berbeda-beda. Tetapi pada dasarnya semuanya mencakup dalam lima hal. Lima hal inilah yang menjadi permasalahan dasar hidup manusia dalam berbudaya.
(kerangka Kluckhohn)
ü  Hakekat Hidup
1.  Hidup itu buruk
2.  Hidup itu baik
3. Hidup bisa buruk dan baik, tetapi manusia tetap harus bisa berikthtiar agar hidup bisa menjadi baik.
4.      Hidup adalah pasrah kepada nasib yang telah ditentukan.
ü  Hakekat Karya
1.  Karya itu untuk menafkahi hidup
2.  Karya itu untuk kehormatan
ü  Persepsi Manusia Tentang Waktu
1. Berorientasi hanya kepada masa kini. Apa yang dilakukannya hanya untuk hari ini dan esok. Tetapi orientasi ini bagus karena seseorang yang berorientasi kepada masa kini pasti akan bekerja semaksimal mungkin untuk hari-harinya.
2.      Orientasi masa lalu. Masa lalu memang bagus untuk diorientasikan untuk menjadi sebuah evolusi diri mengenai apa yang sepatutnya dilakukan dan yang tidak dilakukan.
3.      Orientasi masa depan. Manusia yang futuristik pasti lebih maju dibandingkan dengan lainnya, pikirannya terbentang jauh kedepan dan mempunyai pemikiran nyang lebih matang mengenai langkah-langkah yang harus di lakukann nya.
ü  Pandangan Terhadap Alam
1.      Manusia tunduk kepada  alam yang dashyat.
2.      Manusia berusaha menjaga keselarasan dengan alam.
3.      Manusia berusaha menguasai alam.
ü  Hubungan Manusia Dengan Manusia
1.      Orientasi kolateral (horizontal), rasa ketergantungan kepada sesamanya, barjiwa gotong royong.
2.      Orientasi vertikal, rasa ketergantungan kepada tokoh-tokoh yang mempunyai otoriter untuk memerintah dan memimpin.
3.      Individualisme, menilai tinggi uaha atas kekuatan sendiri.

·         Perubahan Kebudayaan
Suatu keadaan dimana terjadinya ketidakselarasan antara kebudayaan dengan faktor lingkungan, religi, adat, atau akal sehat manusia itu sendiri. Sehingga fungsinya berkurang atau bahkan tidak ada sama sekali fungsinya.
Contoh perubahan budaya:
Pada zaman dahulu kala, manusia tidak memiliki pakaian yang lengkap seperti hari ini. Kebudayaan manusia dahulu memakai pakaian yang sangat minim bahkan hanya di kemaluan saja. Tapi seiring berkembangnya zaman, pakaian itupun ditinggalkan karena dianggap kurang sopan, dan tidak selaras dengan agama atau kepercayaan yang dianut oleh manusia.

·         Kaitan Manusia Dengan Kebudayaan
Menurut pendapat saya, kebudayaan sangat erat kaitanya dengan manusia. Karena yang menciptakan kebudayaan adalah manusia itu sendiri. Sederhananya, manusia itu pelaku kebudayaan, dan kebudayaan itu adalah objek dari pelaku kebudayaan. Kebudayaan juga sangat berguna bagi manusia dalam menciptakan pemikiran perdagangan, misalnya dalam suatu suku, apa saja yang dibutuhkan dalam suku tersebut untuk memenuhi budaya. Maka disini kita bisa menjadi supplier untuk suatu suku tersebut. Itu adalah sedikit contoh dari sekian banyak contoh yang bisa saya utarakan. Pada intinya, manusia dan budaya sangat erat kaitanya.

Pertanyaan dan jawaban

1.      Manusia diciptakan oleh Tuhan dilengkapi dengan:
a.      Akal, hawa nafsu, jiwa, dan raga             b. Senjata, akal, jiwa, umur
c.  Emosi, perasaan, akal, fikiran       d. Semuanya salah
Jawaban: a. Akal, hawa nafsu, jiwa, dan raga
2.      Dibawah ini adalah termasuk unsur kebudayaan, kecuali:
a.      Cita            b. rasa             c. karsa            d. Indra

Jawaban: d. Indra
3.      Dibawah ini termasuk wujud kebudayaan, kecuali:
a.      Artefak      b. Aktifitas       c. Gagasan      d.  Penelitian

Jawaban: d. Penelitian
4.      Sistem religi dalam ilmu budaya dasar termasuk ke dalam kategori..
a.      Perubahan kebudayaan    b. Orientasi nilai budaya       
c. Unsur kebudayaan        d. wujud kebudayaan

Jawaban: c. Unsur kebudayaan

5.      Wujud kebudayaan menurut dimensinya dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak. Siapakah yang mengemukakan gagasan tersebut?
a.      J.J. Hoenigman            b. L.Van Houten          c. Koeniggsegg                        d. Aristoteles

Jawaban: a. J.J. Hoenigman
Daftar Pustaka:
http://ulfanurizqiindaha.blogspot.com/2011/10/manusia-dan-kebudayaan.html
https://sanusiadam79.wordpress.com/2013/03/14/manusia-dan-kebudayaan/
https://sabilulilmi.wordpress.com/2012/03/06/mengapa-kita-harus-beribadah-kepada-allah/
http://katsuyuki89.blogspot.com/2013/05/kepribadian-bangsa-timur.html
https://wpcatur.wordpress.com/2012/11/20/pengertian-kebudayaan-unsur-unsur-kebudayaan-dan-wujud-kebudayaan/
http://fafneil.blogspot.com/2013/03/pengertiankebudayaan-budayaadalah-suatu.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar